Pelatihan Fotografi Smartphone Guru PAUD dan PNF
Pelatihan Smartphone Photography bersama PAUD dan PNF Diknas selama dua hari di Jogja ini menghadirkan pengalaman belajar yang menyeluruh dan inspiratif, dipandu langsung oleh fotografer profesional Herry Tjiang. Kegiatan ini dirancang khusus untuk para pendidik dan pegiat pendidikan nonformal agar mampu memanfaatkan smartphone bukan hanya sebagai alat dokumentasi biasa, tetapi sebagai media kreatif untuk menyampaikan cerita visual yang kuat dan menarik. Dengan pendekatan yang komunikatif dan mudah dipahami, peserta diperkenalkan pada pentingnya visual branding dalam dunia pendidikan masa kini.



Pada hari pertama, peserta mendapatkan materi teori seputar dasar-dasar fotografi menggunakan smartphone, mulai dari pemahaman komposisi seperti rule of thirds, framing, DOF dan leading lines, teknik pencahayaan alami, hingga cara menentukan angle yang tepat untuk menghasilkan foto yang lebih hidup. Herry Tjiang juga membagikan tips praktis terkait cara mengoptimalkan fitur kamera smartphone, termasuk pengaturan manual, fokus, hingga teknik editing ringan yang dapat dilakukan langsung dari perangkat.

Tidak hanya teori, pelatihan ini juga menekankan pentingnya storytelling dalam fotografi. Peserta diajak memahami bahwa sebuah foto yang baik bukan hanya soal teknis, tetapi tentang bagaimana gambar mampu menyampaikan emosi, kegiatan, dan nilai edukatif. Melalui contoh-contoh visual, peserta belajar bagaimana menangkap momen kegiatan PAUD dan PNF agar dokumentasi terlihat lebih profesional, informatif, dan layak menjadi materi publikasi atau promosi lembaga. Herry tjiang mengenalkan dasar dasar photo dokumentasi atau photo kehumasan



Hari kedua menjadi puncak kegiatan dengan sesi hunting foto langsung di Candi Prambanan, salah satu situs warisan dunia yang kaya akan nilai budaya dan keindahan visual. Di lokasi, peserta diajak mempraktikkan langsung teknik yang telah dipelajari, memanfaatkan cahaya pagi, struktur candi, dan aktivitas sekitar sebagai objek fotografi yang kaya perspektif. Herry Tjiang memberikan bimbingan langsung, mengoreksi posisi, memberi arahan angle, sekaligus membuka ruang diskusi interaktif bagi peserta untuk mengeksplorasi gaya visual masing-masing.




Sebagai bentuk apresiasi dan motivasi, Herry Tjiang menyiapkan hadiah khusus yaitu buku 7 hari belajar capcut untuk peserta dengan hasil karya foto terbaik. Momen ini menjadi penutup yang penuh semangat, sekaligus membuktikan bahwa siapa pun bisa menghasilkan karya fotografi yang berkualitas hanya dengan smartphone dan teknik yang tepat. Pelatihan ini bukan sekadar kegiatan belajar, tetapi juga perjalanan kreatif yang mengasah kepekaan visual dan kemampuan bercerita melalui gambar.


Sebagai penutup, pelatihan ini menjadi bukti bahwa fotografi bukan hanya tentang mengambil gambar, tetapi tentang melihat, merasakan, dan menceritakan sebuah kisah melalui visual. Dua hari bersama Herry Tjiang memberikan pengalaman yang tidak hanya menambah keterampilan teknis, tetapi juga membuka cara pandang baru bahwa smartphone yang kita gunakan sehari-hari memiliki potensi besar sebagai alat edukasi dan kreativitas. Dengan semangat belajar dan eksplorasi yang tinggi, para peserta pulang tidak hanya membawa foto, tetapi juga keyakinan bahwa setiap momen berharga layak diabadikan dengan cara yang bermakna dan profesional.